NEWS / IKAPL

Gondrong Itu Pintar

Written by Admin | April 29, 2016

 
Anak-PL-siap-siap-nggak-gondrong-lagi_articleimage.jpg

Anak muda  berambut gondrong  identik de-ngan mereka yang telah duduk di bangku kuliah, alias mahasiswa. Namun, ada sebagian Sekolah Menengah Atas (SMA) mengijinkan anak didiknya tanpa harus menjadi mahasiswa terlebih dahulu. Di SMA Pangudi Luhur (PL) Jakarta para siswa di izinkan memanjangkan rambutnya.

Menurut Heri,sejak awal berdiri, sekolah mempunyai ciri khas:  tidak memakai seragam (hanya baju kotak-kotak), serta diperbolehkan rambut gondrong, yang terpenting otaknya harus pintar.

“Setiap anak yang nilai rata-ratanya  70 dan tidak ada yang merah boleh berambut gondrong sampai kapan pun selama siswa tak mendapat nilai merah.  Jika mendapat angka merah harus dipotong,” ungkap Heri Prasetya, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan Pangudi Luhur  di Jakarta, Senin (12/11).

Seiring berjalan waktu, badan kesiswaan melihat, bahwa rambut gondrong adalah sebuah kebanggaan. Tidak semua sekolah menerapkan ini (rambut gondrong), maka dibuat aturan tersebut sampai sekarang.  

Dalam perjalanan waktu, mau tak mau harus mengikuti departemen pendidikan, akhirnya masuklah seragam sekolah di hari Senin dan Selasa, sementara Rabu-Kamis bebas, sedangkan di hari Jumat siswa boleh mengenakan batik/kotak-kotak.

Heri menjelaskan, rambut gondrong diterapkan PL  mulai kelas satu semester II, kalau masih semester I belum boleh. Awal-awal memang siswa bebas memiliki rambut gondrong, tetapi saat memasuki ulangan umum siswa diharuskan berambut pendek.

“Selalu mengajurkan memo-tong rambut ketika memasuki Ulangan Umum,” ujar Heri.

Untuk tahun 2011-2012, PL mempunyai aturan baru soal nilai.  Nilai rata-rata dinaikan menjadi 80. Di satu sisi kita memberikan apresiasi bagi siswa-siswa yang punya nilai bagus, menjadi ciri khas PL kalau gondrong itu pintar.  Heri menambahkan, berambut gondrong bagi siswa, tergantung sekolahnya, kalau kita memberikan apresiasi bagi siswa yang mempunyai kelebihan dibidang akademik, maka anak SMA menginginkan suatu kebanggaan serta ingin diakui seorang jika punya rambut gondrong karena saya pintar.

“Sekolah lain yah.. kembali ke sekolahnya masing-masing.  Apakah mau menerapkan ram-but gondrong bagi siswanya apa tidak, seperti Kanisius dan Gonzaga, semua punya aturan masing-masing tentunya, ber-beda dengan sekolah PL,” jelasnya.

Banyak siswa yang telah lulus masih berambut gondrong sampai akhirnya harus terpotong saat mereka memasuki universitas.


Menambah Semangat Belajar

Borik, salah satu siswa PL berucap, aturan rambut gondrong menjadikan mereka rajin belajar.  Untuk mempunyai rambut panjang harus melebihi nilai rata-rata yang telah ditetapkan sekolah.

“Rambut gondrong menjadikan kita semangat belajar, biar nilainya bagus rata-rata di atas 70,” tandas Borik, siswa kelas III Pangudi Luhur.

Pangudi Luhur kini menerapkan peraturan terbaru bagi siswanya dengan menaikan rata-rata nilai menjadi 80 sebuah tantangan bagi seorang pelajar.  

“Peningkatan nilai dilihat secara positif, jika rata-rata IPK kita bisa tinggi, nantinya dapat bersaing di Perguruan Tinggi serta untuk motivasi anak PL agar lebih giat belajar,” tegasnya semangat.

Borik, pria berkacamata dan berambut gondrong ini berharap PL semakin baik dan semakin bagus, bangunanya bisa dioptimalkan lagi dan PL harus tetap terjaga  pada sejarah rambut gondrong, men only, jangan sampai ada ceweknya.

 

Sumber : http://reformata.com/news/view/6296/gondrong-itu-pintar

Comments